Hubungi kami 6281252251990

Senin - Sabtu 8WIB sampai 18WIB.

Ukm Dan Pelaku Ecommerce Harus Mewaspadai Caplokan Ali Baba

Blog

TokoAndalan.com ~ Malam-malam begini saya sempet termenung dengan kondisi terupdate dunia e-commerce. Salah satunya adalah aksi korporasi Alibaba yang mengakuisisi Lazada beberapa tahun silam. Aksi korporasi Alibaba yang mengakuisisi Lazada senilai kurang lebih US$ 1 miliar masih mendapat sorotan dari berbagai kalangan di dalam negeri hingga saat ini. Sebelumnya memang pemerintah disarankan untuk mewaspadai misi Alibaba dan tidak larut dalam liberalisme digital.

Setelah Alibaba mengakusisi Lazada. Pernahkah Anda membayangkan yang akan terjadi selanjutnya? Dengan menguasai Lazada seutuhnya, Ali Baba pelan-pelan dengan sangat mudah akan mendominasi pasar Asia Tenggara. Kenapa?  Karena Lazada mempunyai data base yang sangat lengkap tentang kondisi pasar di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Data base perilaku konsumen mulai terbaca. Produk apa saja yang laku di pasaran, siapa saja profil pembeli, tanggal beli, jam beli, frekuensi beli, harga jual, lengkaplah hilir mereka kuasai. Hal ini itu mereka peroleh dari arsip penjualan yang dilakukan oleh lazada selama ini.

Mochammad James, Praktisi telematika telah mengingatkan kian menjamurnya pemain asing bisa mengancam pemain lokal. Dia menyarankan pemerintah untuk membuat aturan yang tegas karena kemungkinan besar Alibaba akan memasok produk murah asal Tiongkok ke dalam negeri. Oleh karena itu, dia menyarankan kepada pemerintah untuk lebih bijak dalam memandang bisnis eCommerce dengan tidak larut dalam bisikan para pemilik kapital sehingga Indonesia menjadi terlalu liberal di era digital. “Pemerintah memang perlu lebih regulated. Semuanya harus clear, karena sekarang ini, semua orang bisa bisnis eCommerce di Indonesia dan pemodal asing bisa masuk 100%, sangat disayangkan. Kalau begini, yang punya modal besar akan menang. Soalnya sekarang tak ada yang unik ditawarkan. Kasihan yang modalnya terbatas, tiap hari menyiasati perang diskon,” ujarnya.

Sementara itu, Daniel Tumiwa, Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mengatakan, jika tak ada aturan yang tegas terkait akusisi, tidak menutup kemungkinan kedepan, Alibaba bisa melakukan hal yang sama terhadap e-commerce lokal. Daniel mengingatkan, jika Alibaba masuk pasar Indonesia, haruslah mengikuti aturan main lokal. "Internet itu sama rata kesempatannya, equal level playing field. Bedanya, Alibaba lebih cepat pelayanannya. Kalau mereka di Indonesia mengikuti aturan yang berlaku saja, jadi pemain lokal bisa lawan di lapangan,” katanya. Menurut dia, masuknya Alibaba ke Lazada akan memperkuat pasarnya di Indonesia, karena konsumen tak perlu takut lagi berbelanja di platform tersebut. “Lazada itu yang pertama kali memperkenalkan retail policy, cicilan, dan costumer service,” tuturnya.

 Alibaba adalah pionir marketplace B2B di dunia, artinya mereka memiliki database produsen-produsen terbaik di China. Itu artinya penguasaan industri hulu. Jika hilir bertemu hulu, maka Indonesia akan dibanjiri habis-habisan oleh produk-produk china. Dunia peng-onlinenan semua serba made in china. Artinya, bila para UKM tidak menyiapkan diri untuk mengup grade keahlian digital marketing. Sudah pasti akan terdisrupt oleh korporasi raksasa semacam Alibaba. Pelaku UKM Indonesia akan tergilas oleh sistem digital marketing yang lebih canggih. Oleh karena itu saya mengajak bagi kalangan pelaku UKM untuk terus berbenah dan tidak sekedar melek, tapi harus terampil dalam membangun sistem digital marketing, salah satu diantaranya adalah Belajar bisnis, politik, dan perbanyak baca-baca buku dan berita.

Sehingga ketika anda suda sukses di karir, anda bisa buy back freeport, ketika anda sukses jadi dewan atau eksekutif, anda tidak membuat undang-undang yang merugikan Indonesia seperti yang dilakukan para anggota DPRRI jaman dulu yang telah membuat undang-undang pelepasan wilayah Freeport seutuhnya. Tidak menjual Indonesia, tidak menggadaikan Indonesia. Dan jujur kami berharap cukup freeport yang dijual dari politikus busuk Indonesia.

International Data Corporation (IDC) belum lama ini merilis data terbaru tentang industri eCommerce tanah air. Riset yang dibungkus dengan nama En Route to Digital Economy: What’s Next for e Commerce in Indonesia itu dirilis IDC tak lama setelah pemerintah mengumumkan peta jalan eCommerce nasional sebagai salah satu paket kebijakan ekonomi. (Baca: Riset IDC). Dalam peta jalan versi pemerintah, dipasang cita-cita setinggi langit untuk bisnis eCommerce. Pada 2020 bisnis dagang online ini diprediksi pemerintah akan memiliki valuasi US$130 miliar. Namun, dalam versi IDC statistik baru disodorkan dan membuat kening berkerut. IDC memulai perhitungan dengan memberikan terlebih dulu batas yang jelas tentang eCommerce.

Sekalipun Lazada sudah diakuisisi oleh Alibaba, ambisi raksasa e-commerce asal Cina, Alibaba belum juga padam. Hal tersebut bisa kita lihat tatkala pada Jumat, 6 November 2015, perusahaan yang didirikan Jack Ma telah mengumumkan kesepakatan akuisisi provider video online terkemuka di Cina, Youku Tudou Inc, yang menjadi kompetitor YouTube. Sebelumnya kembali beredar rumor bahwa Alibaba bakal berinvestasi di sebuah perusahaan media. Kabarnya, Alibaba akan mengakuisisi SMCP Group Ltd, penerbit koran South China Morning Post. Namun juru bicara Alibaba kepada China Daily News menuturkan tidak mau mengomentari rumor pasar. Pihak SMCP pun enggan memberi tanggapan.

Rumor itu muncul setelah SMCP pada Jumat pekan lalu mengumumkan pengunduran diri Wan Xiangwei, Pemimpin Redaksi South China Morning Post. Posisinya akan digantikan Tammy Tam mulai 1 Januari mendatang. Wanita ini sebelumnya adalah orang nomor dua di keredaksian South China Morning Post sejak 2012.

Memang di Negara kesatuan republic Indonesia ini sendiri telah hampir merata penetrasi internet yang semakin masif membuat industri e-commerce tumbuh subur di Indonesia. Pemerintah pun mendukung perkembangan dari industri yang terbilang masih belia itu. Namun menurut salah satu Pengusaha Nasional Chairul Tanjung (CT) perkembangan industri e-commerce di Indonesia juga memakan korban. Korban yang dimaksud adalah pedagang-pedagang kecil. "Kita bangga sekali dengan yang namanya e-commerce. Tapi dengan e-commerce berkembang pedagang kecil akan habis,".

Dengan habisnya toko-toko kecil maka ketimpangan sosial akan semakin lebar. Sebab pemilik toko merupakan masyarakat kecil. Belum lagi akan menambah jumlah tingkat pengangguran. "Itu akan menambah ketimpangan, menambah tingkat pengangguran. Karena ketika warungnya tidak bisa bersaing lagi maka akan tutup," imbuhnya. Masa tersebut sudah ada di depan mata, oleh karena itu menurut CT perlu ada tindak lanjut sebagai antisipasi dampak negatif dari perkembangan ekonomi. Sebab perkembangan e-commerce merubah pola perdagangan konvensional.

"Lima tahun yang lalu kita tidak menyangka bahwa perusahaan ritel terbesar di dunia ternyata tidak punya toko walau satu pun. Ada Amazon dan Alibaba. Kita juga tidak menyangka perusahaan operator hotel dunia tidak punya hotel walau satu. Ini situasi perubahan yang luar biasa, perubahan yang tidak kita sangka," tukasnya.  Bahkan perusahaan transportasi terbesar didunia juga tidak mempunyai armada transportasi satupun.

Caplok mencaplok kayaknya udah jadi agenda tahunan perusahaan raksasa, sebelumnya dihebohin Grab mencaplok Uber di sektor Asia Pasifik, atau sebelumnya lagi juga ada Disney yang mencaplok Fox. Sekarang, perusahaan sekakap Google juga siap untuk akuisisi bisnis Nokia. Geeq.id, Jakarta – Dilansir dari Ubergizmo, Google lagi kepincut dengan salah satu bisnis teknologi Nokia yang dikembangin sama Nokia Oyj. Teknologi ini sendiri adalah teknologi broadband di pesawat terbang yang menyediakan alternatif solusi untuk koneksi internet yang stabil dan kencang di atas pesawat.

Rumor ini juga bukan cuma sebatas keinginan, dikabari Google emang udah berdiskusi lebih lanjut dengan Nokia, banyak spekulan yang memprediksi proses akuisisi ini bakalan berhasil. Ya, walaupun dari pihak Google atau Nokia masih saling tutup mulut perkara kerjasama ini. Namun melihat dari kemampuan Google dalam mengakuisisi, emang kemungkinan besar hal ini akan terjadi. Lebih lanjut soal Nokia Oyj, mereka emang memiliki teknologi internet melalui WiFi yang jauh lebih kenceng ketimbang layanan internet pesawat terbang pada umumnya. Hal ini bisa terjadi karena alih-alih menggunakan satelit, Nokia Oyj memiliki internet yang terkoneksi langsung dengan sistem di bumi selama pesawat mengudara.

Sebelumnya Google udah pernah sukses mencaplok platform IoT (internet of things), YouTube, dan aneka platform lainnya yang sekarang populer di tengah masyarakat. Kayaknya, langkah Google untuk mendominasi sektor teknologi di dunia semakin deket nih, Geeqs. Apalagi banyak orang yang mulai ketergantungan dengan produk Google, seperti Gmail, Android, atau YouTube.

Lantas apa yang bisa dilakukan oleh para pemain UKM local dan ecommerce local untuk dapat bertahan dari gempuran pemain asing yang sudah mulai banyak masuk ke Indonesia? Memang, selain dari ikut campurnya pemerintahan kita di Indonesia ini dalam membuat regulasi yang tegas demi melindungi para UKM dan ecommerce local tersebut, kita sebagai pelaku UKM dan ecommerce juga harus ikut ambil bagian untuk membuat strategi usaha yang dapat bertahan dari gempuran pemain asing, syukur-syukur jika ternyata kita bisa menjadi pemenang dalam meraih pelanggan.

Memang kita para pelaku UKM local dan ecommerce local mempunyai titik kelemahan, yakni di pengalaman dan juga yang tidak kalah penting adalah di pendanaan. Namun, bukan berarti tidak mempunyai kelebihan dari pemain asing tersebut, sebut saja misalnya bahwa kita pelaku UKM ini lebih menguasai medan kita sendiri ketimbang dari luar. Sesungguhnya dengan analisa data yang tidak terlalu mendalam pun kita sudah tahu kebutuhan-kebutuhan orang-orang disekitar kita. Maka dari itu sebaiknya kita perkuat brand local kita supaya kita dapat memenangkan persaingan bisnis ini.

TokoAndalan.com sendiri selaku ecommerce yang sedang bertumbuh besar akan terus membangun brand lokalnya (Baca: Cara membangun top brand local) yang menggandeng industry konveksi local yang ada ditanah air. Disamping itu, memang kami juga punya industry sendiri dengan nama Shoba Industri atau dikenal juga dengan nama Shoba Collection. Kelebihan dari kami adalah, bahwa mitra dan calon konsumen bisa memesan tas seminar, tas pesta, tas wanita, tas kulit, tas pria dan bahkan berbagai macam dompet kulit yang desainnya datang dari calon client kami. Untuk pemesanan tas seminar ransel misalnya, dengan client dan calon pembeli yang datang kekami boleh mengkonsultasi desain dan biaya terlebih dahulu sebelum proses pengerjaan.

Untuk pengerjaaan Tas seminar ransel umumnya dapat kerjakan 50biji dalam satu minggu. Dan jika ternyata anda ingin memesan dalam jumlah hingga puluhan ribu biji tetap bisa kami layani. Hal ini bisa kami lakukan dengan siasat bahwa jika ada pesanan dalam jumlah banyak, para pengrajin kami yang ada dikerahkan lebih banyak lagi untuk penggarapan pesanan anda yang banyak tersebut. Hal seperti ini tentunya dari sepengamatan kami, belum bisa dilakukan oleh pemain asing yang sudah masuk ke Indonesia. Karena memang bagi mereka jia mereka tatkala menciptakan produksi tidak bisa hanya sedikir saja melainkan haruslah banyak dalam produksinya. Berkaca dari Shoba Industri, tentunya kami juga berharap anda selaku pemain UKM local memberikan value lebih dari competitor kita yang datangnya dari luar negeri. Hingga pada akhirnya kita pemain UKM local dan ecommecer local tetap surplus dalam persaingan ini.


Comments

;

Jangan sampai kelewatan tips & trick dan kabar promo dari kami

Bagaimana Memiliki Fokus Setajam Pedang dalam Berbinis

Tokoandalan.com ~ Dalam setiap kesempatan, cukup banyak orang yang menanyakan bagaimana cara untuk menjadi seorang pribadi yang dapat focus terhadap satu urusan. Terlebih bisa focus untuk menjalankan bisnisnya h read more

Apakah Facebook masih Menjadi Sarana yang baik Untuk Berdagang?

TokoAndalan.com ~ Kami yakin, pastinya dari anda sudah mengetahui bahwa Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat yang diluncurkan pada bulan read more

Panduan Pemilihan Nama Brand Bisnis

Tokoandalan.com ~ Bagi sebagian orang yang sudah menjadi pakar, untuk merancang identitas merek bisnis adalah proses yang menyenangkan dan mendatangkan imajinasi yang tinggi serta kreatifitas terbaik. Namun, tek read more