Bila Ada yang Bertanya Branding Dulu atau Marketing Dulu, Jawabannya?

Blog


TokoAndalan.com ~ Sebelum anda menuju pembahasan tentang pertanyaan diatas, kami ingin bertanya kepada anda. Pertanyaannya adalah apakah anda pernah mendengar kata Marketing, Selling dan Branding? Secara umum memang tujuan dari tiga bidang pekerjaan yang dilakukan oleh para pengusaha untuk ekspansi bisnisnya terkait 3 hal diatas adalah untuk mendatangkan hasil dari penjualan.

Adapun jika anda defenisikan satu persatu tentang pengertian Selling, Marketing dan Branding adalah:

1.     Selling : adalah suatu cara yang dilakukan pengusaha untuk menciptakan pembeli dengan tujuan omset.

2.     Marketing : Dapat diartikan sebagai suatu metode yang dilakukan oleh para pengusaha dari berbagai bidang yang tugasnya menciptakan demand dengan tujuan market share. Sehingga memang para pekerja yang bergerak dibidang Marketing akan cenderung lebih proaktif dan persuasif untuk mendapatkan hasil penjualan seperti misalnya: “Beli produk kami dari Tokoandalan, karena produk yang ada di Tokoandalan lebih baik dari produk toko sebelah” dan lain-lain. Secara singkat seperti itu pengertian dari Marketing. Selanjutnya-

3.     Branding : Tugas utamanya adalah untuk menciptakan para pelanggan dari suatu perusahaan dengan tujuan Brand Loyality. Sehingga pada umumnya para pelaku branding akan lebih mengunggulkan ke nilai-nilai merek secara natural dimana ia bisa menarik pelanggan. Branding merupakan sebuah ekspresi kebenaran esensial atau nilai dari suatu produk (baik jasa) dimana ia juga menjadi komunikasi karakteristik, nilai, dan atribut yang bisa memperjelas keunikan dari produk tersebut.

Berangkat dari defenisi singkat diatas maka dapat anda simpulkan bahwa Branding diciptakan terlebih dahulu karena love at the first bite, adapun Marketing menterjemahkan Brand tadi, sehingga akan terjadi Selling (penjualan). Jadi, tujuan dari adanya Marketing dan Branding adalah satu, yakni supaya terjadi selling terhadap produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan bersangkutan.

Maka tidak mengherankan bahwa selama ini sering terjadi keambiguan soal istilah branding dan marketing. Sebab banyak orang sulit membedakan istilah keduanya. Pasalnya, keduanya dinilai memiliki esensi yang sama yaitu ‘menarik pelanggan’ untuk memaksimalkan ekuitas dan keuntungan finansial. Tapi pada dasanya, antara branding dan marketing keduanya adalah berbeda.

Didalam Wikipedia sendiri terdapat defenisi marketing, yaitu proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Namun pada prakteknya, kegiatan marketing lebih bertujuan terjadinya penjualan secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya. Dengan biaya seminimal mungkin tergantung target pasar yang dituju. Dalam kegiatan marketing sangat diperlukan kemampuan untuk menentukan pasar yang segmented targeted. Supaya kegiatan marketing tidak salah sasaran sehingga menghemat biaya marketing itu sendiri.

Contoh dari kegiatan para pelaku marketing adalah dengan memasang iklan di koran sebanyak-banyaknya, hal yang perlu diperhatikan adalah anda harus mengetahui target pasar spesifik tentang produk yang di pasarkan tersebut. Sehingga dengan demikian, biaya yang anda keluarkan akan lebih terjangkau. Selain dari memasang iklan dikoran, dapat juga dilakukan dengan cara menyebarkan pamplet, brosur serta banner-banner di tempat-tempat yang tepat menurut anda untuk mendatangkan selling karena mereka para calon konsumen tadi akan mengetahui tentang produk yang anda pasarkan.

Jika kegiatan marketing bertujuan untuk menciptakan terjadinya penjualan, branding menjaganya supaya terjadi penjualan secara terus-menerus istilah bisnisnya adalah repeat order. Kegiatan branding bertujuan untuk menciptakan kesan yang baik kepada customer maupun calon customer terhadap produk / jasa yang anda jual. Sehingga jumlah customer anda semakin berkembang pesat dari adanya pembeli-pembeli baru dan juga penbeli-pembeli lama yang masih terus membeli di usaha anda.

Contoh sederhana antara marketing dan branding adalah: TokoAndalan selaku konveksi tas mempunyai defisi bidang marketing dan branding. Defisi marketing ini, tentu ditugaskan untuk mencari calon-calon pembeli produk / pemakai jasa perusahaan kami dengan naman shoba Industri. Jadi, mereka yang bergerak di bidang marketing ini, akan bertemu dengan orang-orang baru disetiap harinya untuk menawarkan produk atau bahkan hanya sekedar memperkenalkan produk yang kami pasarkan. Begitulah rutinitas sehari-hari yang dilakukan oleh bagian marketing tersebut. Tentunya terdapat banyak cara yang tiem marketing lakukan untuk menggaet pembeli dan mencari pembeli baru tersebut. Baik itu dengan cara mengadakan seminar, menjadi sponsor dalam event seminar, ikut bazaar, menyebarkan broser, beriklan di tv dan radio, dan lain sebagainya.

Nah, apabila sudah terjadi penjualan dari hasil jerih payah yang dilakukan oleh bagian marketing ini, maka turunlah bagian defisi branding untuk menjaga loyalitas pembeli di Tokoandalan yang seumpama selalu memesan tas seminar supaya selalu memesan tas seminar di tokoandalan. Begitulah kira-kira pembagian tugas antara marketing dan branding. Tentunya ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh tiem branding untuk bisa menjaga loyalitas pembeli pertama tadi supaya terjadu repeat order.

Berangkat dari contoh yang kami berikan kepada anda dapat juga di simpulkan bahwa Branding dan marketing sangatlah berhubungan. Sedemikian dekatnya sehingga kadangkala memang kami mengakui juga bahawa sangar sering tercampur pekerjaan yang digarap antar defisi branding dan juga defisi marketing. Memang tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Tidak ada yang lebih baik dan tidak ada pula yang lebih buruk. Yang perlu diingat oleh para pebisnis adalah bawah keduanya merupakan senjata ampuh yang bisa digunakan dalam memenangkan persaingan bisnis.

Di marketing ada banyak dikenal istilah-istilah, antara lain: quick communication. Seorang pemasar atau marketing dan biasa juga disebut sebagai marketer akan dituntut kreatifitas dan keahliannya untuk menyampaikan pesan yang akan menghasilkan respons secepat mungkin bagi konsumen. Seperti yang kami sebutkan sebelumnya adalah bawah tugas seorang marketer harus bisa mengoptimalkan waktu yang ada serta biaya yang terbatas untuk menyampaikan pesan. Istilah lain yang dikenal di marketing juga terdapatnya istilah USP (Unique Selling Proposition).

Jika dibagian marketing sudah cukup banyak istilah-istilah yang asing anda dengar dalam metode menggaet pembeli pertama, ternyata di branding lebih kompleks. Sebab, pada sebuah brand terdapat pesan, asosiasi dan karakter yang harus anda munculkan sebagai pembeda dan juga identitas perusahaan anda. Nilai dan asosiasi yang membentuk sebuah brand merupakan hal yang bersifat multidimensi. Keanekaragaman pesan, merupakan hal yang dihindari oleh marketer, tapi dilain pihak merupakan kekuatan bagi sebuah brand. Hal ini juga yang menjadi salah satu pembeda pekerjaan antara branding dan juga marketing.

Dalam dunia branding strategist, brand adalah hasil dari konsistensi yang dilakukan marketing. Konsumen berharap adanya konsistensi dari penyampaian karakteristik suatu brand. Konsistensi ini bersumber dari nilai-nilai suatu brand (brand’s values). Jika diibaratkan brand adalah sosok manusia, satu-satunya cara agar konsistensi bisa terjadi adalah, menjadi dirinya sendiri sepanjang waktu, tanpa adanya manipulasi dan menampakan kebohongan-kebohongan. Sebab, jika tidak dilakukan dengan cara demikian, niscaya akan gagal pekerjaan dari defisi branding perusahaan bersangkutan.

Disisi lain branding adalah proses yang membutuhkan waktu yang cukup lama, dibandingkan dengan marketing. Kenapa? Branding adalah proses komunikasi dari sebuah brand. Dalam mengkomunikasikan sebuah brand, sama halnya dengan mengkomunikasikan karakter dari sosok seorang manusia. Hal ini tidak bisa dilakukan dengan cepat. Anda pasti tidak akan mudah percaya dengan teman anda karena teman anda berucap,’ Percayalah dengan saya’, terlebih-lebih lagi apabila ada orang lain yang belum anda kenal sama sekali dan berucap seperti tiga kata yang kami tuliskan diatas. Satu-satunya cara supaya anda bisa mempercayai teman anda jika teman anda telah membuktikannya. Butuh waktu pembuktian yang tidak sebentar. Untuk beberapa alasan, mengkomunikasikan karakter dari sebuah brand membutuhkan waktu.

Hal yang perlu di ingat kembali oleh anda adalah bahwa Marketing dan branding merupakan salah satu upaya yang dilakukan para pebinis untuk menumbuh kembangkan bisnisnya. Bagi pebisnis pemula harus mengetahui perbedaan antara marketing dengan branding. Hal tersebut berfungsi untuk anda supaya dapat membantu anda dalam mengambil langkah tepat dalam berbinis. Pastinya tidak akan ada pengusaha yang menyangkal bahwa marketing merupakan salah satu bagian penting dalam perusahaan ataupun bisnis yang sedang dibangun. Bagian ini memiliki fungsi sentral untuk mencari, mempertahankan, mendapatkan, dan meningkatkan konsumen. Semakin banyak konsumen maka akan semakin banyak keuntungan bisnis bagi perusahaan bersangkutan.

Namun sehebat apapun marketing yang dilakukan suatu perusahaan tidak akan pernah sukses jika hanya berdiri sendiri. Artinya marketing yang bagus harus didukung oleh produk berkualitas, sumber daya manusia yang produktif dan manajemen yang tepat. Selain itu marketer harus mampu menciptakan dan menjaga hubungan baik dengan konsumen. Kepuasaan konsumen terhadap produk yang anda jual harus diutamakan.

Branding merupakan suatu kegiatan usaha dalam sebuah bisnis untuk membangun brand atau merk-nya. Branding harus mampu memberikan asumsi kepada masyarakat bahwa produk bisnis anda merupakan solusi bagi masalah mereka. Sehingga branding harus diterapkan dalam membangun bisnis atau perusahaan. Tujuan dari brading adalah mengenalkan produk anda, menciptakan kesetiaan dan kerja sama dengan pelanggan dan memotivasi konsumen. Sehingga pelanggan akan kembali lagi membeli produk anda. Jika anda memiliki sebuah bisnis yang sukses maka antara branding dan marketing tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Namun keduanya harus berdampingan, antara tiem marketing dan tiem branding harus bersatu dan memiliki visi misi yang sama.

Bekerja sama untuk kesuksesan bisnis yang akan dibangun. Manfaatkan perkembangan tekhnologi dan komunikasi untuk mencapai tujuan branding dan marketing. Satukan keduanya dalam satu action yang nyata. Branding dan marketing adalah modal dalam mensukseskan suatu bisnis. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, target yang tak sama namun keduanya memiliki tujuan sama, yaitu membangun kesuksesan dalam bisnis dan menciptakan bisnis yang bertahan lama. Lantas Bila Ada yang Bertanya Branding Dulu atau Marketing Dulu, Jawabannya adalah sama-sama penting.

Tapi, jika seumpama kita harus memilih salah satunya dari dua hal diatas yang harus kita ada dalam defisi perusahaan kita yang perusahaan ini baru berkembang dan masih terbatas di anggaran, maka sebaiknya anda pilih membangun tiem marketing terlebih dahulu. Sebab, sesuai tugas dan fungsi tiem marketing yang sudah dijelaskan diatas adalah untuk memperkalkan perusahaan / produk / jasa anda supaya terjadi konveksi alias selling. Jika dirasa sudah cukup banyak database pembeli yang bertransaksi dengan perusahaan anda, barulah anda bangun tiem branding. Selamat mencoba, semoga berhasil untuk anda!

 


;

Jangan sampai kelewatan tips & trick dan kabar promo dari kami

Branding Kit Sebagai Usaha untuk Mendatangkan Loyalitas Pelanggan


Tokoandalan.com ~ Sebelum kami membawa anda lebih jauh ke tentang tema bahasan pada artikel tentang branding kit sebagai usaha buat mendatangkan loyalitas pelanggan, kami akan menjelaskan apa itu bran read more

Bila Ada yang Bertanya Branding Dulu atau Marketing Dulu, Jawabannya?


TokoAndalan.com ~ Sebelum anda menuju pembahasan tentang pertanyaan diatas, kami ingin bertanya kepada anda. Pertanyaannya adalah apakah anda pernah mendengar kata Marketing, Selling dan Branding? Secara umu read more

Bagaimana Memiliki Fokus Setajam Pedang dalam Berbinis

Tokoandalan.com ~ Dalam setiap kesempatan, cukup banyak orang yang menanyakan bagaimana cara untuk menjadi seorang pribadi yang dapat focus terhadap satu urusan. Terlebih bisa focus untuk menjalankan bisnisnya h read more