Hubungi kami 6281252251990

Senin - Sabtu 8WIB sampai 18WIB.

Akankah Bisnis Usaha Konveksi Tas Seminar Bisa Mati?

Blog

TokoAndalan.com ~ Umumnya, bila kita perhatikan bahwa kebanyakan konveksi biasanya mengkhususkan diri dalam hal produksi, ada konveksi kaos, konveksi kemeja, konveksi seragam, konveksi jaket, konveksi tas dan dompet seperti tempat Shoba Industri dan juga ada konveksi sandal dan serta konveksi sepatu. Namun walaupun memfokuskan diri, dalam hal memasarkan jasa atau mendistribusikan hasil produksi bukanlah hal yang mudah bagi beberapa konveksi, bahkan mungkin merupakan salah satu kendala bagi kebanyakan konveksi tidak terkecuali juga kami dari Shoba Industri pernah mengalaminya.

Sepengalaman kami bahwa tatkala kita baru pertama kali terjun dalam dunia konveksi, maka hal yang pertama yang harus kita perhatikan adalah tentang bagaimana memasarkan dan mendistribusikan. Untuk itu,  maka yang harus kita tentukan terlebih dahulu adalah segmentasi target pasar kita, apakah toko-toko, supermarket, distro, factory outlet atau retail order. Baru setelahnya itu kita berpikir bagaimana melakukan jangkauan pemasaran pada segmen konsumen yang disasar tersebut. Secara umum kami telah merangkum beberapa tips dalam memasarkan jasa konveksi dan mendistribusikan produk konveksi milik anda. yakni:

1.     Bekerja sama dengan multi distributor. Bekerja sama dengan distro, toko, factory outlet atau supermarket memang dapat memberikan berbagai keuntungan dalam memperbesar kapasitas produksi dan penjualan hasil produksi konveksi kita, namun memang harus fokus dalam menjalin komunikasi dan hubungan ke distributor tersebut agar bisa melakukan penyelarasan pola penjualan. Pola penjualan dengan menggunakan jaringan relasi adalah hal yang paling mudah, karena kita mengenal siapa yang menjadi buyer atau partner usaha konveksi kita. Sehingga kita dapat menentukan format yang sesuai dengan kapasitas bisnis usaha konveksi kita sendiri.

 

2.     Terus melakukan pendekatan ke distro, toko, outlet atau buyer lainnya yang memang dapat dipercaya memiliki kapasitas pendistribusian yang baik serta yang tidak kalah penting juga adalah disiplin dalam hal komitmen pembayaran.

 

3.     Terlibat dalam berbagai event seperti pameran, pameran fashion dan UKM. Selain melakukan penjualan juga dapat membantu kita memperoleh ilmu mengenai tata cara kelola usaha yang baik dan tentunya menambah relasi baru dalam produksi maupun relasi pemasaran.

 

4.     Melakukan mekanisme promosi lain seperti pola penjualan komunitas juga dapat dilakukan seperti ikut serta dalam bazar pada suatu komunitas arisan ibu-ibu misalnya.

 

5.     Perlu kreativitas yang banyak dalam hal improvisasi penjualan, seperti pemberian diskon hingga pembayaran secara angsuran dapat dipergunakan sebagai cara, namun tetap harus berhitung dengan resiko.

 

6.     Ini yang paling penting pada zaman sekarang, zaman pemasaran digital, yaitu mengiklankan konveksi atau produk konveksi Anda secara online, eksis secara online sangatlah penting.

Sudah banyak orang yang sukses menggeluti bisnis konveksi dan tidak sedikit juga meraih kegagalan dalam jenis usaha ini. Nah, bagaimana cara mereka meraih kesuksesan dalam menggeluti dunia usaha konveksi perlu kiranya kita pelajari. Peluang Usaha yang satu ini memang sangat menjanjikan. Secara umum memang kebanyakalan pelaku konveksi ini berawal dari rumahan. Bisnis konveksi rumahan cukup menjanjikan. Selain menguntungkan, bisnis satu ini dapat mengurangi jumlah pengangguran. Jika sudah berjalan dan berkembang, bisnis konveksi akan banyak membutuhkan tenaga kerja. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu anda perhatikan tatkala ingin membuka usaha konveksi rumahan alias home industy :

1.     Persiapan Sebelum Memulai Bisnis Konveksi.

Sebelum kita memulai sebuah bisnis, kita harus mempersiapkannya secara matang. Setelah kita menganalisa, kita harus benar-benar yakin apakah usaha yang akan kita jalankan sudah sesuai dengan minat bisnis kita. Jangan sampai kita bosan dan berhenti di tengah jalan. Setelah kita yakin dengan pilihan usaha yang akan kita jalani. Kita akan mempersiapkan segala yang kita butuhkan dalam memulai usaha tersebut. Dalam artikel cara memulai bisnis konveksi ini, kami telah menyajikan lengkap beserta modal yang kita butuhkan.

2.     Sarana Dan Prasarana Yang Dibutuhkan Dalam Bisnis Konveksi.

Untuk memulai bisnis konveksi kita akan membutuhkan beberapa peralatan diantaranya adalah :

a.       Mesin Jahit.

b.     Mesin Obras.

c.       Mesin Overdeck.

d.     Mesin Rantai.

e.       Mesin Potong (Cutting).

f.       Mesin Steam.

g.     Meja Potong.

h.     Peralatan Menjahit lainnya seperti Gunting, Meteran, dll.

Mengenai mesin dan peralatan yang dibutuhkan menyesuaikan dengan jumlah karyawan dan jumlah produksi yang di hasilkan. Semakin banyak karyawan tentunya akan membutuhkan mesin dan perlengkapan yang lebih banyak pula.

3.     Modal Yang Di Butuhkan Untuk Memulai Bisnis Konveksi.

Setiap usaha pasti membutuhkan modal. Termasuk dalam bisnis konveksi ini, untuk memenuhi seluruh sarana dan prasarana yang kita butuhkan, maka kita harus mengeluarkan uang. Di bawah ini akan kami berikan kisaran modal yang di butuhkan untuk memulai bisnis konveksi.

a.       Mesin jahit adalah salah satu mesin yang sangat kita butuhkan. Mengenai merk yang akan dibeli tentunya menyesuaikan selera. Seperti halnya mesin jahit dengan merk Juki. Untuk mendapatkan mesin ini, kita harus menyiapkan modal antara 2 – 3 Juta rupiah. Tergantung kelas yang kita inginkan. Semakin tinggi harganya, tentu mesin jahit yang kita dapat semakin berkualitas.

b.     Harga satu mesin obras merk Juki bisa menembus angka 6 – 7 Juta rupiah. Tergantung tipe yang ingin kita beli. Mesin obras sendiri sangat kita perlukan. Agar sisi tepi kain tidak rusak.

c.       Mesin Overdeck untuk menjahit sisi tepi pakaian dengan dua jalur jahitan memiliki harga 15 Jutaan. Mesin overdeck dengan merk Juki juga ada yang versi murahnya. Tapi rata-rata para penjahit lebih memilih merek juki meskipun kita harus mengeluarkan anggaran 15 Juta untuk mendapatkan mesin ini.

d.     Salah satu mesin yang kita butuhkan dalam membuat sebuah garis bermotif adalah mesin rantai. Mesin ini di bandrol dengan harga berkisar antara 5 – 6 Juta.

e.       Harga satu mesin potong 8 Inch adalah 2 Juta Rupiah. Dengan mesin potong ini, kita bisa memotong kain dalam jumlah yang sangat banyak. Sehingga, kita bisa menghemat waktu dalam proses memotong bahan.

f.       Jika Konveksi kita bidang pakaian kita membutuhkan sebuah mesin setrika uap. Mesin ini di sebut dengan istilah Mesin Steam atau boiler iron. Dan harga satu unit mesin ini berkisar antara 1 – 2 Juta rupiah. Tergantung merk dan kelas.

g.     Satu unit meja potong untuk mempermudah kita dalam memotong mempunyai harga 1 – 2 juta rupiah.

h.     Peralatan pendukung seperti Gunting, Jarum, Meteran, Kapur, dll Kita anggarkan 1 Juta rupiah.

Dengan kisaran angka diatas, untuk memulai sebuah bisnis konveksi kecil kita akan membutuhkan modal sekitar Rp. 35.000.000,00 (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah). Angka ini hanya sekedar hitungan kasar saja. Dalam pelaksanaannya nanti. Semua tergantung dari jenis mesin yang kita beli. Karena merk dan kualitas sangat menentukan harga.

4.     Menjadikan Rumah Sebagai Pabrik Konveksi.

Keterbatasan modal mungkin membuat kita agak kesulitan untuk membuat sebuah pabrik konveksi. Karena itulah, kita bisa memanfaatkan ruangan di dalam rumah sebagai pabrik konveksi. Kita hanya perlu menata ruang agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Salah satu keuntungan saat kita memulai home industri atau bisnis rumahan adalah pajak yang ringan. Kita juga dapat menyerap tenaga kerja sekitar rumah. Sehingga keberadaan usaha yang kita jalani membawa berkah buat para tetangga dan lingkungan sekitar.

 

5.     Bekerjasama Dengan Perusahaan Besar.

Bisnis konveksi tidak harus merupakan produk sendiri. Kita bisa saja bekerjasama dengan perusahaan besar. Kita membuat perjanjian order dengan perusahaan besar tersebut untuk ikut melakukan produksi dari rumah. Misal, kita membuat perjanjian mampu atau sanggup menyelesaikan 1000 jahitan dalam sebulan atau seribu jahitan dalam seminggu.

Saat produk selesai kita proses, maka kita akan menyetorkan hasil pekerjaan kita ke perusahaan besar tersebut. Namun, jangan selalu mengandalkan job dari perusahaan lain. Kekurangan saat kita mengandalkan job dari perusahaan lain adalah, saat produksi sepi, usaha kita ikut sepi. Karena inilah kita harus mensiasati dengan membuat produk sendiri yang bernilai jual tinggi.

 

6.     Promosi Produk Dan Agen Grosiran.

Saat kita telah mahir dalam hal pembuatan produk jadi. Entah itu pakaian, hijab, atau yang lain, kita harus mempromosikan produk yang telah kita buat. Salah satunya adalah dengan membuat sebuah toko pakaian eceran. Jual produk kita serendah mungkin. Agar kita dapat mengembangkan bisnis grosiran. Semakin banyak produk yang laku, maka semakin besar pula peluang kita dalam mendapatkan job.

Produk yang kita jual tidak harus produk jadi. Bisa saja kita hanya menjual produk setengah jadi. Seperti tas seminar, sehingga nanti akan banyak instansi pemerintahan yang akan memesan ke tempat kita. Gunakan media sosial seperti facebook, twitter, atau instagram dalam memasarkan produk. Pastikan kita selalu menggunakan bahasa yang ramah saat membuat postingan di media sosial. Karena keramahan kita adalah bukti bahwa kita sudah profesional.

 

7.     Kendala Dalam Menjalankan Bisnis Konveksi.

Tidak semua usaha selalu berjalan mulus. Setiap usaha pasti memiliki tantangan yang harus kita lalui. Gagal, jatuh, dan terkapar adalah situasi yang harus siap untuk di hadapi bagi seorang wirausahawan. Hal-hal yang menjadi kendala saat berwisausaha termasuk saat akan membangun wirausaha bidang konveksi adalah:

a.     Keterbatasan Modal

Masalah klasik dalam menjalankan sebuah usaha adalah tentang permodalan. Sekalipun bisnis yang kita jalani telah berjalan, saat kita ingin mengembangkan kita pasti memerlukan tambahan modal. Disinilah kita harus menjawab tantangan tersebut. Saat kita tidak memiliki modal dalam hal materi, maka pengalaman dan relasi menentukan diri kita untuk terus berkembang atau hanya sekedar jalan di tempat.

Melakukan kredit ke perbankan adalah satu hal yang paling sering dilakukan untuk mendapatkan modal. Tapi jangan tergesa-gesa. Menabung adalah cara terbaik dalam mengumpulkan modal tambahan.

 

b.     Barang Reject Atau Return

Saat kita mampu menyelesaikan sebuah orderan, tentunya kita berharap bahwa tanggung jawab kita sudah selesai. Sehingga kita bisa mengerjakan pekerjaan yang lain. Tapi hampir semua usaha produksi pasti pernah mengalami produk reject atau return. Dimana produk yang telah kita kerjakan tidak lolos Quality Control. Salah satu penyebab barang reject atau return adalah produk dalam keadaan rusak atau salah pengerjaan.

Saat pekerjaan sedang banyak dan di kejar waktu, biasanya kita mengabaikan kerapian. Hal ini dapat menyebabkan kualitas produksi kita di bawah standart. Produk-produk yang tidak lulus Quality Control akan di kembalikan untuk di perbaiki. Dan yang lebih fatal adalah, produk yang kita kerjakan tidak sesuai dengan pesanan. Sehingga barang yang telah kita kirim akan dikembalikan dan kita diminta mengganti dengan produk yang baru sesuai pesanan.

Saat kita mengalami produk reject dan return, tentu kita akan mengeluarkan biaya produksi extra. Dan mau tidak mau kita harus bertanggung jawab atas job yang telah kita sanggupi.

 

c.       Inflasi Atau Ekonomi Melemah Sehingga Order Menjadi Sepi.

Keuangan negara sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Saat negara mengalami inflasi atau ekonomi melemah daya beli masyarakat akan menurun. Hal ini disebabkan karena melonjaknya harga di segala sektor dagang. Baik itu harga sembako yang melambung tinggi hingga harga kain yang melonjak.

Saat seperti ini, biasanya pesanan akan di hentikan sementara. Mengapa harus terjadi pemberhentian sementara?. Karena harga di pasaran belum stabil. Bisa jadi saat kita melakukan produksi, harga bahan dasar hingga biaya produksi masih tinggi. Namun saat produksi telah kita selesaikan, harga turun drastis. Tentu kita akan mengalami kerugian. Karena harga bahan dasar hingga biaya produksi lebih tinggi dari pada harga jual.

Saat-saat seperti inilah kita akan mengalami krisis orderan. Salah satu cara untuk mensiasati minimnya orderan adalah dengan membuat produk-produk kerajinan tangan. Sebagai usaha konveksi, kita pasti tidak bisa terlepas dengan adanya kain perca. Kain sisa-sisa potongan dapat kita rubah menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai jual. Seperti keset, sarung bantal, tas, korden dari kain perca.

            Nah, dilihat dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa apapun jenis konveksi yang kita jalankan akan tetap besar peluang untuk membesar. Tak terkecuali juga dengan konveksi tas seminar. Jadi bagi anda yang baru memulai usaha bidang jasa konveksi tas seminar ini, jika anda sudah tahu ilmu dan resikonya berarti anda sudah siap untuk terjun kedalam dunia usaha konveksi ini. Dan sebagai kesimpulan kami bahwa bisnis usaha konveksi tas seminar ini tidak akan mati, melainkan akan terus membesar karena semakin banyaknya organisai, instansi maupun orang kantoran yang mengadakan acara seminar, workshop, diklat pelatihan dan lain sebagainya. Kami dari crew Shoba Industri berdo’a semoga usaha konveksi anda sukses semua.


;

Jangan sampai kelewatan tips & trick dan kabar promo dari kami

Bagaimana Memiliki Fokus Setajam Pedang dalam Berbinis

Tokoandalan.com ~ Dalam setiap kesempatan, cukup banyak orang yang menanyakan bagaimana cara untuk menjadi seorang pribadi yang dapat focus terhadap satu urusan. Terlebih bisa focus untuk menjalankan bisnisnya h read more

Apakah Facebook masih Menjadi Sarana yang baik Untuk Berdagang ?

TokoAndalan.com ~ Kami yakin, pastinya dari anda sudah mengetahui bahwa Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat yang diluncurkan pada bulan read more

Panduan Pemilihan Nama Brand Bisnis

Tokoandalan.com ~ Bagi sebagian orang yang sudah menjadi pakar, untuk merancang identitas merek bisnis adalah proses yang menyenangkan dan mendatangkan imajinasi yang tinggi serta kreatifitas terbaik. Namun, tek read more